BLITAR – Patrolimabes.com Agen Spesial Garuda Sakti Republik Indonesia (ASGAS RI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui kegiatan pemulihan lahan pertanian di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani “Ngudi Luhur” di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ini diikuti sekitar 40 petani dengan cakupan lahan pertanian kurang lebih 25 hektare.
Sosialisasi dan edukasi pertanian tersebut didukung oleh Sekretaris Jenderal ASGAS RI, Tengku Ali Husin dan Pembina ASGAS RI, R. Samsuri, SE. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 melalui ASGAS RI G.020 Jawa Timur, Ibu Nurhayati.
Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan edukasi dan pembekalan mengenai pentingnya perubahan paradigma pertanian modern, khususnya dalam mengurangi dampak kontaminasi residu pestisida terhadap hasil panen, kesehatan tanah, serta keberlanjutan lingkungan pertanian.
Program ini juga memperkenalkan solusi percepatan pemulihan kualitas tanah menggunakan Mikroba PA63 Garuda, yang diharapkan mampu membantu petani memperbaiki kondisi lahan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekjen ASGAS RI, Tengku Ali Husin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemulihan kualitas tanah pertanian merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pangan nasional dan kesehatan masyarakat.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, ASGAS RI ingin membuka paradigma baru kepada para petani bahwa pertanian sehat harus dimulai dari tanah yang sehat. Penggunaan teknologi hayati seperti Mikroba PA63 Garuda diharapkan dapat membantu mengurangi dampak residu pestisida serta meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian,” ujar Tengku Ali Husin.
Ia juga menegaskan bahwa ASGAS RI akan terus mendukung program-program pemberdayaan petani dan pemulihan lahan sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju kedaulatan pangan Indonesia.
Sementara itu, Pembina ASGAS RI, R. Samsuri, SE mengatakan bahwa edukasi kepada kelompok tani sangat penting agar para petani semakin memahami dampak penggunaan bahan kimia berlebihan terhadap kualitas tanah dan hasil pertanian.
“Pendampingan kepada petani harus dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap melalui pemanfaatan Mikroba PA63 Garuda, lahan pertanian dapat kembali sehat, produktif, dan menghasilkan panen yang lebih berkualitas serta aman dikonsumsi masyarakat,” ungkap R. Samsuri, SE.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Bupati Kabupaten Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M. Menurutnya, upaya pemulihan lahan pertanian dan pengurangan residu pestisida merupakan langkah positif dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Blitar.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para petani karena memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kualitas tanah dan hasil pertanian yang sehat. Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Drs. H. Rijanto, M.M.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan ASGAS RI dapat terus berjalan sehingga pertanian di Kabupaten Blitar semakin maju, sehat, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui sosialisasi tersebut, ASGAS RI menekankan bahwa penggunaan teknologi hayati dan pendekatan ramah lingkungan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian sekaligus menjaga kesehatan konsumen dan ekosistem.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dan mendapat sambutan positif dari para anggota kelompok tani. Diskusi interaktif antara tim ASGAS RI dan para petani membahas berbagai tantangan pertanian di lapangan, mulai dari penurunan kesuburan tanah hingga ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia.
Program pemulihan lahan pertanian ini menjadi bagian dari dukungan ASGAS RI terhadap visi besar menuju “Kedaulatan Pangan Republik Indonesia” sebagaimana tertuang dalam semangat Program Asta Cita Presiden RI.
Dengan kolaborasi antara masyarakat tani dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan pertanian di Kabupaten Blitar mampu menjadi contoh pengelolaan lahan sehat, produktif, dan berorientasi pada masa depan pertanian berkelanjutan.
Social Header