Breaking News

DUGAAN SKANDAL BBM ILEGAL DI MANADO MEMBAKAR PUBLIK: FRENLY ROMPAS, MARCO, DAN DAENG KEMBALI BERAKSI — DESAKAN KERAS KE GUBERNUR YSK UNTUK BENTUK SATGAS KHUSUS


Manado, Sulawesi Utara | Investigasi Khusus
Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Kota Manado kini makin terang-terangan. Data terbaru dari lapangan menunjukkan aktivitas transaksi BBM subsidi yang mencurigakan berlangsung di kawasan kos elit Poli Permai, Kairagi—lokasi yang jauh dari pengawasan aparat namun diduga menjadi titik transaksi terselubung.

Tim investigasi menemukan truk tangki bernopol DB 8158 CF, yang diduga digunakan oleh jaringan Frenly Rompas untuk mengangkut BBM subsidi dari SPBU ke lokasi tambang dan industri ilegal. Selain Frenly, nama Marco kembali muncul sebagai aktor lama yang mengatur distribusi BBM bersubsidi ke berbagai titik strategis. Sedangkan Daeng, meski gudangnya sempat diamankan aparat Polres Manado tahun lalu, diduga tetap aktif menjalankan operasi ilegal dengan pola yang lebih rapi dan tertutup.

MODUS OPERANDI: POLA LAMA, RUGI NEGARA LAMA

Pola yang digunakan para mafia ini cukup klasik namun sangat merugikan negara:
• BBM solar subsidi dibeli dari SPBU di Manado dengan harga resmi subsidi.
• Kemudian dijual kembali ke industri atau tambang ilegal dengan harga jauh di atas harga resmi.

Praktik ini bukan sekadar merugikan negara, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap Aparat Penegak Hukum (APH). Nama-nama yang muncul jelas bukan pemain baru, sehingga pertanyaan muncul: apakah aparat tutup mata? Apakah ada perlindungan terselubung terhadap jaringan ini?

Kasus-kasus sebelumnya menunjukkan dugaan hilangnya barang bukti kendaraan mafia BBM, serta dugaan keterlibatan oknum aparat aktif dalam distribusi ilegal. Semua fakta ini memperkuat kecurigaan publik bahwa mafia BBM di Sulawesi Utara beroperasi dengan “perlindungan” tertentu.

DESAKAN KERAS: GUBERNUR YSK KOMALING HARUS BENTUK SATGAS

Publik menuntut langkah tegas:
• Bongkar jaringan hingga ke aktor utama.
• Telusuri aliran distribusi dan keuangan BBM ilegal.
• Periksa dugaan keterlibatan oknum aparat di seluruh level.
• Tindak tegas tanpa pandang bulu.

Lebih jauh, desakan kini mengarah langsung ke Gubernur YSK Yulius Selvanus Komaling untuk segera membentuk kembali Satgas Mafia BBM di Sulawesi Utara, dengan dukungan Mabes Polri, jika Polda Sulut terbukti tidak mampu menindak jaringan yang sudah lama beroperasi ini.

Publik menilai bahwa jika langkah ini tidak segera dilakukan, mafia BBM akan terus berganti wajah tetapi tetap hidup dan mengakar. Nama Frenly Rompas, Marco, dan Daeng tetap muncul tanpa ada penindakan tuntas, menegaskan lemahnya hukum atau bahkan kemungkinan sengaja dilemahkan demi kepentingan tertentu.

Ini bukan lagi sekadar skandal lokal, tetapi indikasi jaringan mafia BBM yang terstruktur, berulang, dan sulit disentuh hukum. Sulut berisiko menjadi basis operasi mafia BBM terbesar di Indonesia, jika aparat dan pemerintah daerah tidak bertindak cepat dan transparan.

(Tim Red)
© Copyright 2022 - PATROLI MABES.COM