Bitung –Patrolimabes,com. Suasana ibadah yang penuh hikmat dan sukacita berlangsung di Gereja Bukit Hermon, Pateten, Kota Bitung. Dalam kesempatan pelayanan tersebut, Firman Tuhan disampaikan langsung oleh Pendeta DR. Drs. Albert Awuy, S.Th, yang mengambil dasar bacaan dari kitab 1 Yohanes pasal 4 ayat 9-10 dan 14-15.
Dalam penyampaiannya, Pendeta DR. Drs. Albert Awuy menekankan tentang kebesaran kasih Allah yang telah dinyatakan secara nyata di tengah dunia.
Bunyi Firman Tuhan:
"Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah."
Nasehat Mendalam dari Ayat 15
Dalam penjelasannya, Pendeta DR. Drs. Albert Awuy memberikan pengajaran yang sangat dalam khususnya mengenai ayat ke-15. Beliau menegaskan bahwa pengakuan iman bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan harus menjadi bukti kehidupan yang nyata.
"Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah."
Ayat ini mengajarkan bahwa ada hubungan persekutuan yang sangat intim dan erat antara Allah dengan orang yang percaya. Ketika seseorang dengan sungguh-sungguh mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka terjadilah penyatuan hidup. Allah berdiam di dalam hati orang tersebut, dan orang tersebut pun hidup di dalam naungan kasih dan perlindungan Allah.
Pendeta DR. Drs. Albert Awuy menekankan, pengakuan iman ini menjadi kunci utama. Jika Yesus sudah diakui sebagai Tuhan dan Pemilik hidup, maka tidak ada ruang bagi dosa atau hal-hal yang membinasakan, karena kuasa Allah yang melampaui segalanya akan senantiasa menopang dan memimpin langkah orang percaya tersebut.
"Jadikanlah pengakuan iman ini sebagai pondasi kuat dalam hidup kita. Karena di dalam Dia, kita memiliki kehidupan yang kekal dan persekutuan yang tidak akan pernah terputus," pesan Pendeta DR. Drs. Albert Awuy dengan penuh semangat.
Ibadah Diakhiri dengan Perjamuan Suci
Rangkaian ibadah yang penuh berkat ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan Perjamuan Suci sebagai tanda persekutuan yang mendalam antara Tuhan dan jemaat. Melalui sakramen ini, seluruh umat diajak untuk mengenang kembali korban penebusan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus, serta memperbaharui iman dan komitmen untuk senantiasa hidup di dalam kasih dan kebenaran.
Pesan ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh jemaat untuk selalu hidup di dalam kasih dan pengakuan iman yang teguh kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
(J. Gerungan)
Social Header