KOLUT – Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah Batuputih - Kolaka Utara kini memasuki fase yang lebih serius. Bukan sekadar pelanggaran biasa, aktivitas ini diduga telah berkembang menjadi jaringan terorganisir yang beroperasi secara sistematis dan berlangsung hampir satu tahun tanpa hambatan berarti.
Temuan di lapangan mengarah pada pola permainan lama yang dijalankan secara rapi: pengisian BBM subsidi secara berulang menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi, kemudian dipindahkan ke lokasi penampungan tersembunyi sebelum dijual kembali dengan harga non-subsidi.
Aktivitas ini diduga berlangsung hampir setiap hari dengan intensitas tinggi, seolah tanpa rasa takut terhadap penegakan hukum.
Yang lebih mengkhawatirkan, mencuat dugaan kuat adanya keterlibatan oknum aparatur sipil negara (PNS) dalam pusaran bisnis ilegal tersebut. Oknum ini disebut berperan sebagai “pengaman” sekaligus pengatur distribusi, memastikan operasi tetap berjalan mulus dan tidak tersentuh aparat.
Sejumlah warga mengaku telah lama mencurigai aktivitas mencurigakan di lokasi tertentu di Batuputih. Mobil keluar-masuk dengan pola tidak wajar, aktivitas bongkar muat BBM pada waktu-waktu tertentu, hingga dugaan adanya gudang penampungan ilegal menjadi pemandangan yang berulang. Namun hingga kini, tidak terlihat adanya tindakan tegas.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran aparat penegak hukum? Jika praktik ini benar terjadi dalam waktu yang cukup lama, mustahil tidak terdeteksi. Publik pun mulai menduga adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum lain yang membuat jaringan ini tetap aman beroperasi.
Praktik penyalahgunaan BBM subsidi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk perampasan hak masyarakat kecil. Subsidi yang seharusnya dinikmati oleh rakyat justru dialihkan untuk kepentingan bisnis ilegal segelintir pihak yang mencari keuntungan besar.
Jika dugaan ini benar, maka ini bukan lagi kasus biasa, melainkan indikasi kuat adanya mafia BBM yang bekerja secara terstruktur dan sistematis di wilayah Batuputih.
Masyarakat kini menuntut transparansi dan tindakan nyata. Aparat penegak hukum diminta segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, membongkar jaringan, serta mengusut dugaan keterlibatan oknum tanpa kompromi.
Jika tidak, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan semakin runtuh, dan praktik mafia BBM akan terus tumbuh subur di daerah.
(Red)
Social Header