Breaking News

Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus: Menghapus Dosa, Menjadi Berkat, dan Menyaksikan Kuasa Ilahi yang Tak Terbendung

BITUNG, Patrolimabes.com. 14 Mei 2026 – Gereja Bukit Hermon, yang terletak di kawasan Pateten, Kota Bitung, menjadi pusat sukacita dan kekudusan saat seluruh jemaat berkumpul untuk merayakan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Ibadah perayaan suci ini dilaksanakan dengan penuh khidmat, dipimpin langsung oleh gembala sidang, Pendeta Dr. Drs. Albert Awuy, yang membawakan pesan rohani mendalam berlandaskan Firman Tuhan dari Kitab Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 8. Acara ini tidak hanya menjadi momen peringatan peristiwa agung kenaikan Kristus ke surga, tetapi juga menjadi wadah persekutuan hidup yang menguatkan iman serta membangun kasih persaudaraan di antara seluruh umat yang hadir.
 
Dalam khotbahnya yang sarat wawasan teologis dan penghiburan rohani, Pendeta Albert Awuy menguraikan makna mendalam dari ayat pokok yang dijadikan dasar ibadah tersebut. Beliau menegaskan bahwa melalui karya penebusan dan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke hadirat Bapa di surga, dosa-dosa manusia telah dihapuskan sepenuhnya dan dicabut kuasanya. Ini adalah anugerah keselamatan terbesar yang dikaruniakan Allah kepada umat-Nya, bukan sebagai hak yang didapatkan, melainkan semata-mata karena kasih karunia-Nya. Lebih jauh, beliau menekankan bahwa berkat keselamatan dan pembebasan dari dosa yang telah kita terima tidak boleh berhenti berakhir pada diri kita sendiri. Sebagai orang-orang yang telah dibersihkan dan ditebus, kita dipanggil dan ditetapkan menjadi saluran berkat yang nyata, untuk membawa kebaikan, damai sejahtera, serta kasih Allah kepada setiap orang yang ada di sekitar kita, baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat luas.
 
“Kita tidak diselamatkan hanya untuk diselamatkan, tetapi kita diselamatkan agar menjadi berkat. Kuasa Roh Kudus yang dijanjikan dalam Kisah Para Rasul 1:8 akan menyertai setiap langkah kita, agar kita sanggup menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi, dan menjadi alat Tuhan untuk memberkati sesama,” tegas Pendeta Albert Awuy di hadapan ratusan jemaat yang hadir. Suasana ibadah semakin terasa hangat dan menyentuh hati, di mana seluruh umat saling menyapa, saling mendoakan, dan saling menguatkan satu sama lain dalam iman, mewujudkan persekutuan yang sejati dan erat sebagai satu tubuh di dalam Kristus Yesus.
 
Pada bagian khotbah selanjutnya, Pendeta Albert Awuy menyampaikan sebuah kesaksian iman yang luar biasa, yang menjadi bukti nyata dan penegasan akan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas. Beliau menceritakan kondisi umat percaya di sebuah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama lain, di mana kebebasan beribadah sangat dibatasi dan sering kali dihadang berbagai tantangan berat. Di wilayah yang tandus dan terpencil, bak berada di tengah gurun pasir yang gersang, banyak orang Kristen harus mengalami penderitaan berat, bahkan dipenjarakan hanya semata-mata karena memegang teguh iman dan keyakinan mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Tekanan datang dari segala penjuru, intimidasi terus dilakukan, dan segala cara diupayakan untuk memadamkan iman mereka serta menghentikan pertumbuhan Injil di negeri itu.
 
Namun, apa yang direncanakan oleh manusia untuk menindas dan mematikan iman umat Tuhan, justru berbuah hasil yang sangat indah dan luar biasa. Di balik jeruji besi penjara, di tengah penderitaan, keterbatasan, dan ancaman yang mengintai setiap saat, jemaat Kristen di sana justru bertumbuh semakin pesat, semakin kokoh, dan semakin matang secara rohani. Tempat yang dulunya dianggap sebagai lokasi kesedihan dan keterkurungan, berubah menjadi ladang pelayanan yang luas dan subur, di mana pesan keselamatan terus bergema dan menyentuh hati banyak orang. Segala bentuk penghalang, tekanan, maupun ancaman sama sekali tidak mampu menghentikan langkah umat Tuhan. Bahkan, perlahan namun pasti, seluruh keadaan yang sulit itu berubah sepenuhnya menjadi kebaikan, semata-mata berkat campur tangan dan penyertaan Tuhan yang bekerja secara ajaib di tengah umat-Nya.
 
Kisah ini menjadi pengingat yang tegas bagi seluruh jemaat Gereja Bukit Hermon, bahwa tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang sanggup membendung kuasa Tuhan atau menghalangi rencana keselamatan-Nya. Dinding penjara, peraturan manusia, maupun tekanan dari lingkungan sekitar tidak akan pernah mampu memadamkan api Injil, sebab kuasa Allah melampaui segala batasan, melampaui segala akal budi, dan bekerja jauh melampaui apa yang dapat kita bayangkan atau pikirkan.
 
Di akhir ibadah, sebelum penutupan doa, Pendeta Albert Awuy membacakan satu ayat Firman Tuhan yang menjadi penegasan terakhir dan penguatan iman bagi seluruh umat yang hadir, tertulis dalam Kitab Zakaria pasal 1 ayat 4:
“Pada hari itu, kaki-Nya akan berjejak di atas Gunung Zaitun, yang terletak di sebelah timur Yerusalem; dan Gunung Zaitun akan terbelah di tengah ke arah timur dan ke barat menjadi lembah yang sangat besar, sehingga separuh gunung itu menjauh ke utara dan separuhnya lagi ke selatan.”
 
Ayat suci ini dituturkan sebagai penegasan mutlak bahwa Tuhan adalah Raja yang berdaulat atas segala sesuatu. Kehadiran-Nya pasti nyata, kuasa-Nya menggoncangkan alam semesta, dan ketika Dia bertindak, segala gunung penghalang akan rata, segala tembok pemisah akan runtuh, dan segala keadaan yang sulit akan berubah menjadi jalan kemenangan. Ibadah pun ditutup dengan doa syukur yang mendalam, memohon agar seluruh jemaat senantiasa hidup dalam kekudusan, menjaga persekutuan, terus menjadi berkat bagi sesama, dan tetap teguh percaya bahwa tangan Tuhan yang berkuasa senantiasa bekerja dan memuliakan nama-Nya di mana pun kita berada.

(JG)
© Copyright 2022 - PATROLI MABES.COM