Breaking News

Yesus Kristus: Pengantara Perjanjian Baru yang Sempurna dan Sumber Berkat yang Menyeluruh

Ibadah Minggu Pertama Bulan Mei di Gereja Bukit Hermon Dipimpin Pdt. Dr. Drs. Albert Awuy, Diakhiri dengan Perjamuan Kudus
 
BITUNG, PATETEN –Patrolimabes.com. Suasana kekudusan dan sukacita menyelimuti pelaksanaan Ibadah Minggu pertama bulan Mei yang berlangsung khidmat di Gereja Bukit Hermon, Pateten, Bitung. Pada kesempatan yang sangat berharga ini, pelayanan ibadah dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Drs. Albert Awuy, yang menyampaikan renungan Firman Tuhan dengan penuh hikmat, ketajaman rohani, dan kehangatan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Dr. Drs. Albert Awuy memetik Firman Tuhan sebagai dasar khotbah dari kitab Ibrani pasal 9 ayat 15 sampai 18. Beliau menekankan betapa besarnya karya keselamatan yang telah dilakukan Tuhan Yesus Kristus. Kekudusan-Nya yang sempurna itulah yang berkuasa menyucikan setiap orang percaya, khususnya dalam kebersekutuan dan perjamuan dengan-Nya.
 
Pdt. Albert Awuy menjelaskan secara mendalam mengenai konteks sejarah keselamatan. Diterangkan bahwa pada zaman Musa, pelayanan keimaman yang dilakukan oleh Harun beserta keturunannya memiliki keterbatasan dan belumlah sempurna. Hal ini sangat selaras dengan apa yang tertulis dalam Ibrani 9 ayat 17, yang menyatakan bahwa suatu wasiat atau perjanjian baru berlaku sah dan memiliki kekuatan hukum hanya setelah adanya kematian si pembuat wasiat. Selama pembuatnya masih hidup, wasiat tersebut belum dapat dilaksanakan sepenuhnya.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam Perjanjian Lama terdapat lebih dari dua ribu aturan dan tata cara ibadah yang mustahil dapat dipenuhi sepenuhnya oleh kekuatan manusia sendiri. Oleh sebab itu, Yesus Kristus hadir ke dunia bukan untuk membatalkan, melainkan hadir untuk menggenapi seluruh perjanjian dan hukum tersebut dengan cara yang sempurna melalui darah-Nya yang mahal.
 
Dalam pengembangan pesan Firman, Pdt. Albert Awuy juga merujuk pada ayat kitab Galatia 3:9. Di sini dijelaskan perbedaan yang sangat berharga, bahwa pada masa dahulu Tuhan memberkati Abraham secara perorangan atau khusus. Namun, di dalam Yesus Kristus, berkat itu tidak lagi diberikan secara terpisah atau parsial, melainkan Yesus sendirilah yang menjadi berkat secara menyeluruh bagi seluruh umat manusia dan segala bangsa.
 
Ibadah yang penuh dengan sentuhan kasih karunia ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan Perjamuan Kudus. Suasana berlangsung sangat khidmat dan menyentuh hati, menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh jemaat untuk memperbaharui iman, bersekutu secara intim dengan Tuhan, serta merayakan kemenangan Kristus sebagai Pengantara Perjanjian Baru yang kekal dan sumber segala berkat.

(Johny Gerungan)
© Copyright 2022 - PATROLI MABES.COM