JAKARTA – Patrolimabes.com Kepala Agen Spesial Garuda Sakti Republik Indonesia (ASGAS RI), Prajaya Gantari Surobesari, mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, dan stabilitas nasional sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks serta mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
Dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026), Prajaya menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan faktor strategis yang menentukan keberhasilan berbagai program pembangunan, reformasi birokrasi, penguatan ekonomi nasional, hingga pencapaian visi besar Indonesia menuju negara maju.
Menurutnya, kondisi global saat ini ditandai dengan berbagai dinamika, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, persaingan geopolitik, perubahan teknologi yang sangat cepat, hingga tantangan sosial yang turut memengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, Indonesia membutuhkan soliditas nasional yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan tersebut secara efektif.
“Fokus bersama saat ini perlu diarahkan pada penguatan kapasitas nasional serta bagaimana Indonesia dapat menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan baru yang diperhitungkan di tingkat global,” ujar Prajaya.
Ia menilai bahwa perbedaan pandangan dan dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun demikian, seluruh komponen bangsa harus mengedepankan dialog, musyawarah, serta semangat persaudaraan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, polarisasi yang berkepanjangan berpotensi menghambat percepatan pembangunan dan mengurangi energi bangsa dalam menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
Lebih lanjut, Prajaya menegaskan bahwa ASGAS RI terus berkomitmen mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan solidaritas sosial sebagai modal utama pembangunan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain di ruang publik, ASGAS RI juga memberikan perhatian terhadap perkembangan ruang digital yang kini menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan opini masyarakat. Ia mengingatkan bahwa media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan persatuan, bukan menjadi ruang yang memperuncing konflik maupun perpecahan.
“Ruang digital saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, literasi digital dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kohesi sosial,” katanya.
Prajaya juga menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membuka ruang partisipasi publik yang cukup luas dalam proses pembangunan nasional. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif perlu terus didorong sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain penguatan kualitas kepemimpinan nasional, peningkatan kapasitas institusi negara, percepatan pengembangan pendidikan dan riset, penguatan strategi industrialisasi nasional, serta optimalisasi penegakan hukum yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Di bidang ekonomi, Prajaya juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap ekonomi dunia. Ia menilai Indonesia perlu terus memperkuat sektor produktif, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, serta mendorong pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional dan mendorong terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan sejahtera. Persatuan adalah modal terbesar bangsa untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, ASGAS RI berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga kondusivitas nasional serta berkontribusi positif dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.
(Nove PM)
Social Header